Astrid Vasile, Perempuan Indonesia di Dunia Kontraktor.

Posted: March 11, 2014 at 4:55 pm

Aktif di sejumlah organisasi, pernah menjadi pramugari, Astrid Vasile berhasil menjadi satu-satunya wanita Indonesia di Australia yang terdaftar sebagai kontraktor bangunan. Kepada Australia Plus, Astrid menceritakan perjalanan kesuksesannya dan berbagi ilmu.

Astrid Saraswati Kusumawardhany Vasile, wanita asal Jawa kelahiran Bandung tahun 1960 adalah satu-satunya wanita Indonesia yang mendapat kualifikasi terdaftar di bidang konstruksi.

Di Australia sendiri ada 12 wanita dari 10.000 pria yang mendominasi industri konstruksi bangunan ini.

“Sebetulnya berawal dari suami, dia  berkerja di pembangunan gedung-gedung komersil. Saya suka ikut-ikut dia, lama-lama merasa kasihan karena kerjanya banyak yang keteteran. Akhirnya saya mencoba membantu,” kata Astrid lulusan MBA dari Indonesia dengan thesis soal kewirausahaan berkesinambungan ini.

Di awal karirnya di dunia konstruksi, ibu dari dua anak ini perlu banyak mengorbankan waktunya, terutama saat anak-anaknya masih kecil.

“Tapi saya memotivasi diri saya sendiri, bagaimana pun saya pun harus ikut berkontribusi dalam penghasilan keluarga,” ujarnya.

Ketekunannya di dunia konstruksi berbuah hasil. Ia pernah meraih penghargaan, yakni sebagai Business Partner of The Year pada tahun 2009 dari Asosiasi Perumahan Nasional Australia dan National Bank Australia.

Di tahun 2010, ia mendapat penghargaan yang sama dari CSR-HIA dan National Australian Awards.

“Saya bangga mendapat penghargaan tersebut. Sebagai orang di Indonesia di luar negeri, namun bisa berkontribusi. Saya mendapat pengakuan sebagai perempuan menjadi ‘builder’ di bidang yang mayoritas dikuasai laki-laki. Ini adalah suatu penghargaan yang luar biasa,” aku Astrid yang pernah menjabat sebagai Ketua Eksekutif Pengusaha Wanita Australia Indonesia di tahun 2010.

Astrid juga menambahkan tidaklah hal yang mudah bagi seorang wanita berdarah Asia yang seringkali dipandang sebelah mata di negara barat.

Seringkali ia mendapat perlakuan yang berbeda.

“Tapi ternyata mereka sadar kalau perempuan juga bisa setara dengan pria jika diberikan pengetahuan,” tegas Astrid.

Mantan pramugari maskapai nasional Garuda yang kini menjabat sebagai Presiden Diaspora Indonesia di Australia Barat mengaku kalau profesi sebelumnya adalah hal yang paling menyenangkan.

“Saya bekerja selama tujuh tahun sebagai pramugari, benar-benar pekerjaan yang membahagiakan. Kemudian saya mencari jati diri dengan mencoba berkarir di Selandia Baru.”

– See more at: http://www.australiaplus.com/indonesian/2014-03-11/astrid-vasile-perempuan-indonesia-di-dunia-kontraktor-australia/1276810#sthash.TUpvm2Yy.dpuf